Jumat, 11 November 2016

Menagih Janji Sang Tuan

Oleh : Ignasius Bready

            Kesuksesan Donald Trump menjadi Presiden USA ke-45 mengalahkan pesaing utama nya Hillary Clinton memang di luar dugaan semua orang. Tak terkecuali Bapak, Saya, serta Adik saya. Setelah selesai makan siang, kami pun duduk menonton tv kecil kami yang kebetulan sedang menayangkan berita Donald Trump yang menjadi Presiden USA ke-45. Bapak pun membuka mulut nya dan menyuarakan opini “Siapa yang menyangka si Trump bisa menang”, disahu dengan lantang oleh adik saya yang benar-benar melek politik. “Memang nya ngapa pak, si Trump ?”. Saya yang mendengarkan ocehan mereka berdua pun lantas menyuarakan opini saya yang ditujukan kepada adik saya, atas alasan mengapa Donald Trump bisa membuat semua orang terkejut. Adik saya yang minim pengetahuan politik pun saya berikan ceramah, disertai anggukan aneh, entah sebagai simbol sebuah keantusiasan atau memang dia tidak mengerti apa yang saya aspirasikan. Saya tidak peduli akan hal itu, namun peristiwa anak-bapak ngomongin politik ini lah yang membuat saya berdecak kagum, entah kapan momen seperti ini bisa terulang lagi.
            Sebelum saya resmi membaptis diri saya untuk menjadi pengamat politik amatiran, saya mengenal sosok Donald Trump melalui acara gulat ecek-ecek,wwe. Dimana seorang Donald Trump dilantik menjadi salah satu Hall Of Famer. Hall of Famer sendiri adalah sebuah gelar yang diberikan oleh wwe kepada orang-orang yang memiliki andil cukup besar dalam perkembangan wwe itu sendiri. Dahi saya mengeryit seketika melihat Donald Trump yang sama sekali tak pernah memiliki pengalaman gulat pun dilantik menjadi salah satu anggota Hall Of Famer, yang biasanya diisi oleh legenda-legenda gulat wwe yang sudah pasti terkenal.
            Entah apa yang ada dipikiran rakyat USA sendiri, ketika memutuskan Donald Trump menjadi pemimpin utama nya. Bahkan banyak media-media barat populer seperti The Guardian memberikan pandangan nya bahwa ini adalah “Dark” era untuk publik USA. Bukan tanpa alas an The Guardian menjuluki ini adalah Dark Era bagi USA. Karena seorang Trump adalah tokoh yang rasis dan misogynist garis keras dilengkapi dengan sikap egomaniac, bagiamana nasib USA 4 tahun kedepan jika dipimpin oleh orang seperti seorang Trump ?, apakah adagium “Make America Great Again” menjadi tolak ukur mereka dalam memilih Trump ?, sehingga mereka mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan yang sejatinya harus dijunjung tinggi.
            Sekarang kita dihadapkan pada pertanyaan unik. Apakah seorang Donald Trump akan menepati janji-janji kampanyenya yang sering dengan lantang dia ucapkan ?, seperti akan membatasi imigran yang masuk Negara USA, memantik perselisihan dengan para muslim dunia, Pro Israel, akan membangun tembok pembatas di perbatasan pantai Tijuana, dan yang paling heboh yaitu Trump berkelakar akan memenjarakan Hillary Clinton akibat skandal e-mail pribadi Hillary yang sebenarnya sudah diputuskan tidak bersalah oleh FBI. Semua itu masih perlu bukti, dan bukan tidak mungkin Trump benar-benar akan menepati janji nya yang sangat cacat logika itu.
            Sekarang semua kembali kepada rakyat USA sendiri, keputusan mereka memilih sang Tuan telah bulat. Walaupun banyak yang tidak setuju dengan terpilihnya seorang Donald Trump sebagai presiden baru, paling tidak kita akan melihat sebuah rezim baru di USA. Rezim yang akan dibangun oleh seorang pengusaha kaya rasis nan misogynist. Rezim yang akan dibangun oleh seorang pembenci Hispanic. Rezim yang akan dibangun oleh idola Fadli Zon.
            Saatnya kita menanti, apakah janji yang diucapkan Trump akan segera direalisasikan, atau itu cuma bagian dari strategi marketing.



Salam.

Jumat, 28 Oktober 2016

Mengapa Kita Benci SepakBola Bertahan ?

Oleh : Ignasius Bready

Dalam sepakbola, taktikal adalah elemen penting yang tidak bisa dipisahkan. Kita tentu mengenal gaya tiki-taka yang sempat mengguncang dunia persepakbolaan ketika Pep Guardiola berhasil membawa tim Barcelona menjadi raja eropa dalam medio 2008 -2012 dengan  tiki-taka nya . Mundur jauh sebelum era sepakbola modern, kita juga mengenal total football yang diilhami oleh Rinus Michel yang sampai saat ini dijadikan pakem di beberapa klub eropa terlebih di Belanda. Ini menunjukkan bahwa sebuah taktik dapat berperan penting dalam kuat tidaknya klub tersebut bertahan di kancah pesepakbolaan.

Namun tak semua taktikal yang di praktekkan oleh pelatih sepakbola adalah enak untuk dilihat. Kita ambil contoh, Jose Mourinho, Diego Simeone, dan Claudio Ranieri. Kesamaan dari ketiganya adalah lebih menekankan sepakbola pragmatis. Simple nya begini, anda membangun pertahanan yang kuat, dan serangan balik yang cermat, anda menang. Walaupun dikecam dengan berbagai kritik atas taktik yang diterapkannya, kita setidaknya dapat mengetahui hal yang pasti : mereka adalah pelatih yang sukses.

Tentu tak banyak yang menyukai taktik bertahan dalam sebuah permainan sepakbola, namun jika telusuri lebih dalam, ternyata bertahan dalam pertandingan sepakbola tidaklah semengenaskan itu. Kita ambil contoh Leicester City yang menjadi kampiun sepakbola Inggris di musim 2015/2016 lalu. Skuad asuhan Claudio Ranieri ini mempunyai rataan penguasaan bola total hanya 47 %. Kita bandingkan dengan Arsenal yang mempunyai rataan penguasaan bola total hampir 56 %, lalu Tottenham Hotspurs dengan 54 %. Namun dengan rataan penguasaan bola yang hanya 47 % itulah, Leicester City mampu mengukir sejarah. Basis pertahanan yang kuat disertai serangan balik mematikan adalah senjata ampuh bagi Leicester City. Oleh sebab itu sangat penting bagi sebuah tim yang berorientasi bertahan untuk memiliki pemain cepat dalam posisi-posisi yang vital.

Sepakbola bertahan memang tidak enak ditonton, apalagi oleh penonton yang menginginkan pertunjukkan sepakbola indah. Selain bagian dari sebuah strategi, sepakbola bertahan adalah sebuah keharusan. Tim dengan kedalaman skuad yang semenjana lebih baik bertahan jika menghadapi tim yang diatas kertas lebih unggul. Seorang pelatih harus memiliki basis pertahanan yang kuat jika ingin tim nya bersaing di sebuah kompetisi yang ketat. Dan banyak lagi faktor-faktor yang mengharuskan sepakbola bertahan di terapkan. Maka dari itu, sepakbola bertahan akan lebih menjanjikan pertarungan dari segi taktikal daripada pertarungan yang mempertontonkan keindahan.

Setidaknya Jose Mourinho, Claudio Ranieri, dan Diego Simeone serta banyak lagi pelatih lainnya telah membuktikan bahwa dengan memainkan sepakbola yang bertahan, kesuksesan bisa didapatkan. Karena kunci dari sepakbola bertahan adalah pertahanan yang kuat dan serangan yang mematikan, sehingga dapat dikatakan juga bahwa sepakbola bertahan menontonkan sebuah efektivitas yang sahih. Bukannya kita akan mendapatkan kesenangan tersendiri jika tim yang kita favoritkan memenangi pertandingan dengan memainkan sepakbola yg “efektif” ?.

Akhir dari tulisan ini, saya ingin mengutip salah satu perkataan legendaris dari seorang Sir Alex Ferguson : 

“Attack win your games, defence wins your titles”.

So ? Kenapa kita begitu membenci sepakbola bertahan ?


Salam.

Jumat, 07 Oktober 2016

Ahok Memang Harus Berubah

Oleh : Ignasius Bready

Peribahasa "Mulut-mu, Harimau-mu" nampaknya harus benar-benar dihayati oleh Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Bagaimana tidak, Ahok lagi-lagi menuai kontroversi atas pernyataan nya di hadapan masyarakat Kepulauan Seribu. Ahok dikecam akibat menyertakan salah satu surah Al-Quran sebagai dalil untuk tidak memilih nya yaitu surah Al-Maidah. Akibat ulah nya ini, Ahok dilaporkan MUI atas tindakan penistaan agama. "Dibohongi pake surah Al-Maidah" adalah kata-kata yang keluar dari mulut seorang Ahok, jelas ini memicu pertentangan di kalangan umat Muslim di Jakarta, bahkan di Indonesia

Ahok pun tidak tinggal diam, beliau pun mengeluarkan klasifikasi jika pernyataan nya itu tidak dimaksud kan sebagai bentuk penistaan agama, melainkan kekecewaan Ahok terhadap orang yang sering mempolitisasi ayat Al-Quran. Banyak penafsiran yang muncul ketika Ahok mengeluarkan statment seperti ini, ad yang pro dan pasti nya lebih banyak yang kontra. Perlu kita ketahui sendiri jika agama adalah sesuatu yang sensitif, bahkan tak jarang agama sering kali memicu adanya tindakan anarkis, dan saya rasa Ahok tahu akan hal itu. Tetapi mengapa Ahok berani nya membawa-bawa unsur agama dalam pidato nya ? Hanya Ahok yang tahu.

Yang jelas tindakan yang dilakukan Ahok merupakan tindakan yang cari mati. Apalagi pernyataan nya ini berhubungan dengan agama. Bukan tidak mungkin tindakan nya ini akan semakin menanamkan citra kurang baik diri nya yang nanti akan maju di Pilgub Jakarta. Elektabilitas Ahok mulai tergerus, dikarenakan masyarakat ingin pemimpin yang sopan dan santun dalam bertutur kata.

Ahok dan ceplas-ceplos memang tidak bisa dipisahkan. Karakter ceplas-ceplos nya lah yang menjadi penguat identitas seorang Ahok. Tapi apakah dengan karakter nya ini Ahok bisa mendulang kepercayaan dari rakyat untuk memimpin Jakarta untuk 5 tahun ke depan ? . Saya rasa sekarang Ahok harus waspada. Waspada "ancaman" dari Anies ataupun Agus yang terlihat lebih kalem dan pendiam.

"Talk Less Do More", slogan salah satu produk rokok ini memang cukup familiar di telinga kita. Yang inti nya mengajak kita lebih banya berbuat dari pada hanya omong doang. Dan Ahok harus mengingat itu, jika Ahok ingin kembali mendapatkan kepercayaan rakyat, perbanyak lah aksi, perbanyak lah perbuatan-perbuatan baik kepada masyarakat, keluarkan lah kata-kata santun dan sopan dari mulut indah mu, dan jangan lah membawa surah Al-Quran atau segala hal tentang agama yang malah akan memperburuk citra anda. Tirulah sikap kalem nya Agus yang terlihat santai walaupun beliau merupakan mantan Jenderal. Tirulah Anies yang selalu tebar senyum dan kesantunan walaupun dicopot jabatan nya oleh Jokowi sebagai menteri Pendidikan. Ahok harus mulai waspada, mengingat masyrakat mulai pintar, mulai tahu mana pemimpin yang baik dan mana yang buruk. Bukan seperti zaman nya Orde Baru ketika rakyat hanya anteng-anteng tunduk kepada kewenangan penguasa.
~
~
~

Dosen saya pernah mengatakan seperti ini dalam pertemuan nya dengan kami "Pemimpin yang baik adalah seseorang yang bisa memengaruhi orang lain, menjadi model, dan disukai banyak orang". Secara tidak langsung pernyataan dosen saya bagaikan peluru tajam yang siap mengenai Ahok. Apakah Ahok pemimpin yang baik ? sementara kesopanan dan kesantunan nya semakin diragukan. Apakah Ahok bisa menjadi model ? sementara ia sering bergelagat kasar. Apakah Ahok bisa disukai banyak orang ? Mungkin, jika ia mau berubah dan bisa sedikit lebih santun dalam bertutur kata. Karena kunci menjadi seorang pemimpin adalah ketika seseorang itu bisa menjaga relasi nya dengan orang sekitar dan membangun kepercayaan yang besar dari orang disekitar. Tanpa mengecilkan semua kontribusi Ahok dalam hal pembangunan dan perkembangan segala hal di Jakarta yang sangat penting, jika Ahok tidak menjaga dan meminimalisir gelagat bicara kasar, nyeplas-nyeplos dan tindakan yang memperburuk citra nya di mata masyarakat, sama saja itu adalah "Blunder"

Hmm mungkin Ahok Memang Harus Berubah.

Salam.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Akhir Pelayanan Sang Motivator

Oleh : Ignasius Bready

Sis Maryono Teguh atau lebih dikenal dengan nama beken Mario Teguh barangkali bukan nama yang asing di telinga masyarakat Indonesia. Pria yang lahir di Makassar pada 5 Maret 1956 ini adalah salah satu motivator terbaik dan salah satu motivator yang konon mempunyai bayaran termahal di Indonesia. Nasihat-nasihat baik yang dikeluarkan seorang Mario Teguh bak oase di tengah padang gurun yang menyegarkan hati dan pikiran manusia-manusia yang sedang mengalami kesulitan dalam hidup nya. Tak terkecuali saya, saya ingat betul pertama kali saya melihat serta menyaksikan Mario Teguh tampil memulai pelayanan nya adalah saat beliau mengisi acara yang di akuisisi beliau sendiri yaitu Mario Teguh Golden Ways yang saat itu tampil di Metro TV. Bersama Bapak saya, saya yang saat itu masih duduk di bangku sd kelas 6 duduk manis di depan TV mendengarkan celoteh beliau yang membahas tentang kiat-kiat sukses menjalani bisnis. Walaupun tidak serta-merta mengerti apa yang dijelaskan oleh beliau karena saat itu saya masih anak-anak, 1 hal yang saya simpulkan pada saat itu adalah beliau mampu meng "influence" banyak orang dengan nasehat-nasehat super yang diucapkan beliau.

Dalam hidup, tak selamanya kita berada di kedudukan atas tetapi ada saat nya kita berada di keadaan sulit. Setidak nya itu yang di alami oleh beliau saat ini. Awal mula "bencana" itu datang ketika salah satu program TV di perusahaan televisi swasta yang di bawakan oleh Deddy Corbuzier mengundang seorang pria yang menurut saya sudah terlihat tua dibandingkan dengan saya, pria itu bernama Ario Kiswinar. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan dalam benak saya kita melihat Ario ini, tapi itu semua berubah ketika Ario mengaku bahwa dia adalah anak kandung dari seorang Sis Maryono Teguh. Dan yang lebih naas lagi, dia mengatakan kalau Mario Teguh yang notabene ayah kandung nya tidak mengakui nya sebagai anak dan menelantarkan nya. Berbagai bukti dibawa oleh Ario untuk memperkuat pengakuannya, Kartu Keluarga atas nama Mario Teguh, serta foto semasa kecil Ario yang digendong oleh pak Mario dirasa jadi bukti yang kuat. Sentimen negatif mulai berdatangan kepada Mario dan keluarga nya.

Saat pengakuan itu di ucapkan oleh Ario, saya mencoba mengecek akun instagram Mario Teguh dan memang caci serta maki kepada sang motivator memenuhi kolom komentar postingan nya. Sang Motivator pun dituntut buka suara atas kejadian ini. Bukan sebuah video klarifikasi atau pun tulisan sebagai bentuk klarifikasi yang muncul dari akun beliau, saya mendapati beliau memposting sebuah nasihat ambigu yang inti nya mengenai perceraian yang terjadi akibat sang wanita memberikan anak dari laki-laki lain. Walaupun cukup ambigu, saya mendapat satu hal yang pasti. Mario Teguh pernah menjalin hubungan di masa lalu dengan seorang wanita dan itu bukan Istri nya yang sekarang.

Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, Mario memberi klarifikasi tentang kejadian yang menimpa diri nya. Dalam klarifikasi nya yang ditayangkan eksklusif oleh Kompas TV ini, Mario menyingkap dan menyelami masa lalu nya yang saya simpulkan cukup pedih dan pelik. Mario mengklarifikasi bahwa Ario Kiswinar bukan anak kandung nya, melainkan anak dari mr x yang dikabarkan menjalin hubungan gelap dengan istri Mario yang terdahulu. Acara itu pun diakhiri dengan ajakan Mario Teguh melakukan Tes DNA kepada Ario Kiswinar.

Tak hanya sampai disitu, problem lain pun datang ketika Deddy Corbuzier bersama kuasa hukum nya yaitu Hotman Paris Hutapea melayangkan somasi balik kepada Mario Teguh. Ini dilakukan oleh Deddy karena Mario Teguh bersama kuasa hukum nya melayangkan somasi terlebih dahulu atas penayangan program TV yang bersangkutan yang tidak mendapat persetujuan dari Mario nya sendiri. Selain itu, Ario Kiswinar bersama kuasa hukum nya juga melaporkan Mario ke polisi atas tindakan penelantaran yang dilakukan oleh beliau. Dan berbagai masalah-masalah diyakini akan terus berdatangan kepada Mario karena memang belum ada titik terang atas kasus ini.

Dinasti yang dibangun Mario seakan runtuh seketika. Stigma negatif terus berdatangan kepada diri nya dan keluarga nya. Bahkan menurut beberapa informasi, Mario diyakini rugi 7 milliar atas kasus yang mendera nya ini. Inilah konsekuensi jalan nya roda kehidupan yang ada di kehidupan Mario. Tak selamanya Mario selalu berada diatas. Dan saya yakin Mario tahu itu, dia adalah motivator yang handal dan saya rasa mampu memotivasi diri nya sendiri.

Terhitung mulai hari ini, Mario melalui akun instagram nya menyatakan bahwa acara Mario Teguh Golden Ways yang saat ini tayang di Kompas TV adalah episode terakhir dari ratusan bahkan ribuan pelayanan yang telah beliau lakukan. Alasan beliau cukup logis, selain memang usia yang tidak lagi muda, masalah yang saat ini dialami Mario cukup menjadi hambatan bagi beliau. Selain karena stigma negatif yang sudah tertanam dalam diri sebagian orang, saya juga berasumsi rating acara yang di akuisisi beliau juga turun, ini dibuktikan dengan pindahnya acara ini dari rumah yang satu ke rumah yang lain, dan sampai pada Kompas TV yang menjadi rumah persinggahan terakhir bagi Mario sebelum Mario lepas ke alam bebas, menikmati hari tua nya bersama istri dan anak nya (bukan Ario Kiswinar).

Akhir kata saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besar nya kepada beliau. Karena berkat jasa dan nasihat beliau lah saya bisa terbantu melalui masalah-masalah yang saya alami beberapa tahun kebelakang. Dan bersiap menjadi pribadi yang baru, yang fresh dan berkualitas. Satu nasihat yang paling saya ingat dan tak akan pernah saya lupakan adalah saat Mario menuliskan nasihat yang berbunyi : 

" Terkadang Anda perlu mengetahui rasa dari kegagalan, agar Anda lebih bersungguh-sungguh untuk berhasil." ~ Mario Teguh

Terimakasih Pak Mario, semoga anda selalu dalam lindungan Tuhan. Amin

Rabu, 28 September 2016

Karena "Malaikat" Itu Bernama Dimas Kanjeng



Oleh : Ignasius Bready

Indonesia geger !!!. Bukan karena panas nya adu pemikiran dari ruang sidang kasus pembunuhan Mirna, ataupun isu politik di pilgub DKI Jakarta yang tak akan lekang oleh waktu. Melainkan muncul nya manusia pengendali (avatar) yang dipercaya bisa memperbanyak atau menggandakan helai demi helai kertas yang penting nya tiada tara bagi manusia sekarang ini, yaitu Uang alias Money alias Duit alis "Lui". Dialah Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pria yang menjadi viral di Youtube akibat keahlian nya menggandakan uang itu ditangkap kepolisian Jawa Timur akibat tindakan pembunuhan yang dilakukan nya terhadap pengikut nya. Ya, dia mempunyai pengikut, pengikut setia yang ber ideologi bahwa pengahsilan banyak tak melibatkan kerja keras, ikuti lah Dimas Kanjeng dan uang akan mengalir kepada anda, itu. Dimas Kanjeng didakwa melakukakan pembunuhan kepada pengikutnya yaitu, Ismail Hidayah dan Abdul Ghani yang dipercaya akan mengungkap sebuah fakta baru tentang keahlian Dimas Kanjeng ini. Namun malang tak dapat diprediksi, Ismail dan Abdul Ghani malah tewas di habisi oleh guru nya sendiri.

Jika memang Dimas Kanjeng adalah pakar dalam hal menggandakan uang dan itu terbukti nyata, setidak nya Indonesia patut berbangga. Kenapa ? karena uang Dimas Kanjeng yang sebegitu banyak bisa dimanfaatkan Indonesia dalam meningkatkan dan menaikkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat kita.

Utang Indonesia terhitung senilai 3000 an Trilliun, jumlah yang dapat menambah garis kerutan di kepala pak Jokowi jika beliau memikirkan nya, berbagai cara sudah dilakukan untuk setidaknya memperkecil nilai utang Indonesia tersebut, namun lagi-lagi itu sulit dilakukan mengingat banyak nya kebutuhan Indonesia di masa sekarang, sehingga itu sangat sulit terealisasi. Dengan adanya bapak Dimas Kanjeng dengan keahlian luar biasa dalam menggandakan uang yang jumlah nya tak terbatas, saya rasa bisa saja utang Indonesia diperkecil dan tidak menutup kemungkinan juga Indonesia bisa menjadi salah satu negara kaya baru akibat bapak Dimas Kanjeng. Masuk akal ? Jelas. Gimana bapak Jokowi ? apakah ada pertimbangan ?

Dengan adanya Dimas Kanjeng yang mempunyai ahli dalam hal menggandakan uang, Indonesia bisa menghilangkan Tax Amnesty yang jadi problem dan banyak dikecam oleh beberapa kalangan. Cukup masuk akal bukan ?.

Dengan adanya Dimas Kanjeng, setidaknya daerah-daerah tertinggal bisa sedikit tersenyum karena banyak nya hal hal atau aspek aspek yang bisa dikembangkan demi kemajuan daerah tertinggal itu.

Bagaimana Bapak Jokowi ? apakah ada pertimbangan ? "malaikat" di depan mata pak, siap mengulurkan tangan emas nya, siap membantu kita semua. Cukup mudah, tutup lah kasus nya dan ganti Ibu Sri Mulyani yang sekarang menjabat Menteri Perekonomian Indo dengan Bapak Dimas Kanjeng, maka kita semua rakyat Indonesia setidak nya bisa bermimpi melihat Indonesia menjadi negara dengan ekonomi yang kuat dan sangar di mata negara-negara luar.

Salam.

Selasa, 27 September 2016

Donald Trump Sebagai Duplikasi Seorang Hitler

Donald Trump Sebagai Duplikat Seorang Hitler.

Oleh : Ignasius Rollins

    Hail Hitler !!!!.. Adolf Hitler. Tidak ada yang menyangka kalau manusia ciptaan Tuhan yang lahir pada 20 April 1889 ini nanti nya akan menjadi manusia paling berpengaruh di sejagad Jerman dan dunia. Memang bukan pengaruh baik yang ditanamkan Hitler kepada kita anak anak nya, bukan juga prestasi gemilang bak Albert Enstein atau Nicola Tesla. Prestasi gemilang nya adalah bagaimana dia bersama anjing peliharaan nya "Josseph Goebbles" memimpin salah satu perang, salah satu peristiwa kelam yaitu World War 2. Tentu masih terbesit di ingatan kita kekejaman Hitler dan cecunguk nya yg lain saat dia menyiksa dan mengirimkan rakyat Yahudi ke pintu gerbang kematian kamp Autszwich. Segala bentuk siksaan lahir maupun batin diterima rakyat Yahudi pada zaman kejayaan nya. Setidaknya tinta hitam bagi Jerman dituliskan oleh Hitler, sebuah tinta hitam pekat kelam yang menjadi aib terbesar bagi Jerman. Berbagai kebijakan-kebijakan yang di akuisisi Hitler cukup menyiksa kaum tertentu, terlebih kaum Yahudi.

Zaman telah berlalu, duplikat Sang Fuhrer pun muncul. Seorang tua keladi dari New York City mengguncang dunia khusus nya Amerika. Dengan segala omongan bak petir dan sangkakala yang menggelegar, ia sesumbar membawa Amerika memimpin dunia. Setali tiga uang dengan sang Fuhrer ambisi menjajah dan menguasai dunia menjadikan mereka skeptis terhadap bangsa lain. Hitler kepada Bangsa Yahudi, Trump kepada negara-negara Islam. Trump memang tidak asal omong, kabar terbaru tersiar jika Trump akan mendukung Yerusalem, kota yang diperebutkan Israel dan Palestina, menjadi ibu kota Israel. Palestina tak tinggal diam, kecaman pun datang. Posisi Amerika jelas tidak aman jika Trump yang memimpin Amerika. Belum lagi datang kecaman dari negara Islam yang sangat mengutuk perbuatan Trump yang melarang penduduk Islam untuk memasuki Amerika. Ini merupakan langkah antisipasi Trump untuk meminimalisir Islamisasi di negeri Paman Sam.

Adolf Hitler mungkin tersenyum di kubur nya sekarang, menikmati surga nya dan tertawa "Ternyata penerus ku masih ada".

Donald Trump akan terus berdiri tegak walaupun banyak kecaman datang, sama dengan sang Hitler yang tetap berperang melawan sekutu nya sampai akhir hayat nya.

*Opini penulis sendiri, maaf jika berantakan, saya penulis pemula haha*

About Me .

Ignasius Bready Wirasapati, biasa dipanggil Igna atau Bready adalah seorang anak yang baru menginjak usia remaja, yang berusaha melihat dunia dari perspektif nya sendiri. Pemuda ini akan sangat antusias ketika ada orang lain yang berbicara tentang sepakbola, film dan UFC. Ya bisa bila saya adalah pakar dalam bidang yang saya sebutkan diatas. Terlepas dari itu semua, saya adalah pemuda yang mencoba menulis iseng mengenai kejadian-kejadian terkini dan teraktual yang terjadi di sekitar murni melalui opini saya.

Selamat menikmati, walaupun tidak nikmat.