Donald Trump Sebagai Duplikat Seorang Hitler.
Oleh : Ignasius Rollins
Hail Hitler !!!!.. Adolf Hitler. Tidak ada yang menyangka kalau manusia ciptaan Tuhan yang lahir pada 20 April 1889 ini nanti nya akan menjadi manusia paling berpengaruh di sejagad Jerman dan dunia. Memang bukan pengaruh baik yang ditanamkan Hitler kepada kita anak anak nya, bukan juga prestasi gemilang bak Albert Enstein atau Nicola Tesla. Prestasi gemilang nya adalah bagaimana dia bersama anjing peliharaan nya "Josseph Goebbles" memimpin salah satu perang, salah satu peristiwa kelam yaitu World War 2. Tentu masih terbesit di ingatan kita kekejaman Hitler dan cecunguk nya yg lain saat dia menyiksa dan mengirimkan rakyat Yahudi ke pintu gerbang kematian kamp Autszwich. Segala bentuk siksaan lahir maupun batin diterima rakyat Yahudi pada zaman kejayaan nya. Setidaknya tinta hitam bagi Jerman dituliskan oleh Hitler, sebuah tinta hitam pekat kelam yang menjadi aib terbesar bagi Jerman. Berbagai kebijakan-kebijakan yang di akuisisi Hitler cukup menyiksa kaum tertentu, terlebih kaum Yahudi.
Zaman telah berlalu, duplikat Sang Fuhrer pun muncul. Seorang tua keladi dari New York City mengguncang dunia khusus nya Amerika. Dengan segala omongan bak petir dan sangkakala yang menggelegar, ia sesumbar membawa Amerika memimpin dunia. Setali tiga uang dengan sang Fuhrer ambisi menjajah dan menguasai dunia menjadikan mereka skeptis terhadap bangsa lain. Hitler kepada Bangsa Yahudi, Trump kepada negara-negara Islam. Trump memang tidak asal omong, kabar terbaru tersiar jika Trump akan mendukung Yerusalem, kota yang diperebutkan Israel dan Palestina, menjadi ibu kota Israel. Palestina tak tinggal diam, kecaman pun datang. Posisi Amerika jelas tidak aman jika Trump yang memimpin Amerika. Belum lagi datang kecaman dari negara Islam yang sangat mengutuk perbuatan Trump yang melarang penduduk Islam untuk memasuki Amerika. Ini merupakan langkah antisipasi Trump untuk meminimalisir Islamisasi di negeri Paman Sam.
Adolf Hitler mungkin tersenyum di kubur nya sekarang, menikmati surga nya dan tertawa "Ternyata penerus ku masih ada".
Donald Trump akan terus berdiri tegak walaupun banyak kecaman datang, sama dengan sang Hitler yang tetap berperang melawan sekutu nya sampai akhir hayat nya.
*Opini penulis sendiri, maaf jika berantakan, saya penulis pemula haha*
Kenapa tidak ada kakek sugiono di sejarah perang dunia ke 2?
BalasHapusKenapa tidak ada kakek sugiono di sejarah perang dunia ke 2?
BalasHapus