Rabu, 28 September 2016

Karena "Malaikat" Itu Bernama Dimas Kanjeng



Oleh : Ignasius Bready

Indonesia geger !!!. Bukan karena panas nya adu pemikiran dari ruang sidang kasus pembunuhan Mirna, ataupun isu politik di pilgub DKI Jakarta yang tak akan lekang oleh waktu. Melainkan muncul nya manusia pengendali (avatar) yang dipercaya bisa memperbanyak atau menggandakan helai demi helai kertas yang penting nya tiada tara bagi manusia sekarang ini, yaitu Uang alias Money alias Duit alis "Lui". Dialah Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pria yang menjadi viral di Youtube akibat keahlian nya menggandakan uang itu ditangkap kepolisian Jawa Timur akibat tindakan pembunuhan yang dilakukan nya terhadap pengikut nya. Ya, dia mempunyai pengikut, pengikut setia yang ber ideologi bahwa pengahsilan banyak tak melibatkan kerja keras, ikuti lah Dimas Kanjeng dan uang akan mengalir kepada anda, itu. Dimas Kanjeng didakwa melakukakan pembunuhan kepada pengikutnya yaitu, Ismail Hidayah dan Abdul Ghani yang dipercaya akan mengungkap sebuah fakta baru tentang keahlian Dimas Kanjeng ini. Namun malang tak dapat diprediksi, Ismail dan Abdul Ghani malah tewas di habisi oleh guru nya sendiri.

Jika memang Dimas Kanjeng adalah pakar dalam hal menggandakan uang dan itu terbukti nyata, setidak nya Indonesia patut berbangga. Kenapa ? karena uang Dimas Kanjeng yang sebegitu banyak bisa dimanfaatkan Indonesia dalam meningkatkan dan menaikkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat kita.

Utang Indonesia terhitung senilai 3000 an Trilliun, jumlah yang dapat menambah garis kerutan di kepala pak Jokowi jika beliau memikirkan nya, berbagai cara sudah dilakukan untuk setidaknya memperkecil nilai utang Indonesia tersebut, namun lagi-lagi itu sulit dilakukan mengingat banyak nya kebutuhan Indonesia di masa sekarang, sehingga itu sangat sulit terealisasi. Dengan adanya bapak Dimas Kanjeng dengan keahlian luar biasa dalam menggandakan uang yang jumlah nya tak terbatas, saya rasa bisa saja utang Indonesia diperkecil dan tidak menutup kemungkinan juga Indonesia bisa menjadi salah satu negara kaya baru akibat bapak Dimas Kanjeng. Masuk akal ? Jelas. Gimana bapak Jokowi ? apakah ada pertimbangan ?

Dengan adanya Dimas Kanjeng yang mempunyai ahli dalam hal menggandakan uang, Indonesia bisa menghilangkan Tax Amnesty yang jadi problem dan banyak dikecam oleh beberapa kalangan. Cukup masuk akal bukan ?.

Dengan adanya Dimas Kanjeng, setidaknya daerah-daerah tertinggal bisa sedikit tersenyum karena banyak nya hal hal atau aspek aspek yang bisa dikembangkan demi kemajuan daerah tertinggal itu.

Bagaimana Bapak Jokowi ? apakah ada pertimbangan ? "malaikat" di depan mata pak, siap mengulurkan tangan emas nya, siap membantu kita semua. Cukup mudah, tutup lah kasus nya dan ganti Ibu Sri Mulyani yang sekarang menjabat Menteri Perekonomian Indo dengan Bapak Dimas Kanjeng, maka kita semua rakyat Indonesia setidak nya bisa bermimpi melihat Indonesia menjadi negara dengan ekonomi yang kuat dan sangar di mata negara-negara luar.

Salam.

Selasa, 27 September 2016

Donald Trump Sebagai Duplikasi Seorang Hitler

Donald Trump Sebagai Duplikat Seorang Hitler.

Oleh : Ignasius Rollins

    Hail Hitler !!!!.. Adolf Hitler. Tidak ada yang menyangka kalau manusia ciptaan Tuhan yang lahir pada 20 April 1889 ini nanti nya akan menjadi manusia paling berpengaruh di sejagad Jerman dan dunia. Memang bukan pengaruh baik yang ditanamkan Hitler kepada kita anak anak nya, bukan juga prestasi gemilang bak Albert Enstein atau Nicola Tesla. Prestasi gemilang nya adalah bagaimana dia bersama anjing peliharaan nya "Josseph Goebbles" memimpin salah satu perang, salah satu peristiwa kelam yaitu World War 2. Tentu masih terbesit di ingatan kita kekejaman Hitler dan cecunguk nya yg lain saat dia menyiksa dan mengirimkan rakyat Yahudi ke pintu gerbang kematian kamp Autszwich. Segala bentuk siksaan lahir maupun batin diterima rakyat Yahudi pada zaman kejayaan nya. Setidaknya tinta hitam bagi Jerman dituliskan oleh Hitler, sebuah tinta hitam pekat kelam yang menjadi aib terbesar bagi Jerman. Berbagai kebijakan-kebijakan yang di akuisisi Hitler cukup menyiksa kaum tertentu, terlebih kaum Yahudi.

Zaman telah berlalu, duplikat Sang Fuhrer pun muncul. Seorang tua keladi dari New York City mengguncang dunia khusus nya Amerika. Dengan segala omongan bak petir dan sangkakala yang menggelegar, ia sesumbar membawa Amerika memimpin dunia. Setali tiga uang dengan sang Fuhrer ambisi menjajah dan menguasai dunia menjadikan mereka skeptis terhadap bangsa lain. Hitler kepada Bangsa Yahudi, Trump kepada negara-negara Islam. Trump memang tidak asal omong, kabar terbaru tersiar jika Trump akan mendukung Yerusalem, kota yang diperebutkan Israel dan Palestina, menjadi ibu kota Israel. Palestina tak tinggal diam, kecaman pun datang. Posisi Amerika jelas tidak aman jika Trump yang memimpin Amerika. Belum lagi datang kecaman dari negara Islam yang sangat mengutuk perbuatan Trump yang melarang penduduk Islam untuk memasuki Amerika. Ini merupakan langkah antisipasi Trump untuk meminimalisir Islamisasi di negeri Paman Sam.

Adolf Hitler mungkin tersenyum di kubur nya sekarang, menikmati surga nya dan tertawa "Ternyata penerus ku masih ada".

Donald Trump akan terus berdiri tegak walaupun banyak kecaman datang, sama dengan sang Hitler yang tetap berperang melawan sekutu nya sampai akhir hayat nya.

*Opini penulis sendiri, maaf jika berantakan, saya penulis pemula haha*

About Me .

Ignasius Bready Wirasapati, biasa dipanggil Igna atau Bready adalah seorang anak yang baru menginjak usia remaja, yang berusaha melihat dunia dari perspektif nya sendiri. Pemuda ini akan sangat antusias ketika ada orang lain yang berbicara tentang sepakbola, film dan UFC. Ya bisa bila saya adalah pakar dalam bidang yang saya sebutkan diatas. Terlepas dari itu semua, saya adalah pemuda yang mencoba menulis iseng mengenai kejadian-kejadian terkini dan teraktual yang terjadi di sekitar murni melalui opini saya.

Selamat menikmati, walaupun tidak nikmat.